March 24, 2016

Belajar Membuat Kompor Unik dari Bekas Kaleng Minuman Soda


November lalu aku dapat tugas akhir semester dari guru Bahasa Inggrisku, tugas membuat procedure text, tapi dividioin. Hiaakk!! Aku udah yang paling bingung mikirinnya. Kebingungan itu tambah menguap saat penentuan tema. Yakali enak kalo dapat tema food recipe ato manual used, lha aku malah dapat yang tutorial

Niatnya mau ngambil yang simpel-simpel macam tutorial membuat akun facebook ato tutorial mengikat tali sepatu juga cukup lah. Tapi temen sebangku malah nggak setuju dan dia  ngusulin tutorial membuat kompor dari kaleng Minuman soda. Awalnya aku langsung nggak setuju deh, mikirnya itu bakalan susah banget (jujurnya aku nggak yakin bakal bisa :p). Tapi berhubung aku nggak enakan karena kalo tugas lain apa-apa dia selalu setuju sama aku, kali inipun aku berasa canggung buat nolak.



Dengan hati yang sejujurnya terpaksa, teksnya akhirnya selesai aku tulis, tinggal cari bahan dan videoin lagi. Jadilah seminggu kemudian, hari Jum’at aku bareng Ahmad keliling Pagar Dewa buat cari semua bahan yang harus di beli ini: kaleng minuman, kapas, dan alkohol. Itu cuma sebagian kecil dari bahan yang diperlukan semua bahan yang diperlukan:

  • 2 kaleng Minunam (bebas apa aja)
  • Pisau
  • Kapas
  • Paku
  • Penggaris
  • Alkohol
  • Batu asah
  • Korek
  • Gelas Stainless
  • Koin
  • Spidol
Ribet? Iya memang! Tapi ini kan namanya demi tugas (Murid teladan :p). Oke, berhubung semuanya udah terkumpul, mari beraksi!! *siap-siap bermain pisau, hahaa.. 
  1.  Pertama, yang paling penting adalah siapkan semua bahan dan... niatkan dalam hati! ada bahan tapi nggak ada niat, ya pasti nggak bakal jadi, ada niat tapi nggak ada bahan apalagi.
  2. Setelah itu, ambil kaleng pertama lalu keluarkan isinya. Santai-santai sambil minum dulu juga boleh, sayang kan isinya di buang. Atau jika ada, bisa langsung menggunakan kaleng yang sudah kosong.
     
  3.   Gunakan penggaris untuk mengukur bagian bawah kaleng sepanjang tiga cm lalu tandai dengan spidol dan potong menggunakan pisau. Nah, kita akan dapat dua potongan kaleng yang berbeda ukuran, yang digunakan adalah yang kecilnya.
  4. Gunakan batu asah untuk menggosok bekas pemotongan tadi biar nggak tajam, jadinya tangan pinces ini nggak lecet :p
  5.  Balik potongan kaleng, lalu gunakan spidol buat nandain tengahnya dengan tanda +, nanti tengah-tengah tanda dilobangin dengan paku, begitupun dengan keempat ujung tanda. 
  6. Sampai disitu cukup untuk kaleng pertama, selanjutnya ambil kaleng kedua dan lakukan hal yang sama seperti kaleng pertama tadi. Keluarkan isinya lalu dipotong sepanjang 3 cm pada bagian bawah kaleng. Tapi yang ini nggak dilobangin seperti yang pertama.
  7. Penuhkan kaleng kedua dengan kapas, tapi jangan terlalu dipadatkan.
  8. Bagian yang sulit nih, yaitu menggabungkan kedua kaleng tadi menjadi satu kesatuan sehingga terlihat seperti box permen. Kelihatan mudah, tapi itu sulit lho! Tipsnya, selipkan potongan kecil dari kaleng kira-kira 1x2 cm saat menggabungkan keduanya sehingga jadi lebih praktis dan mudah.
  9. Sudah menjadi box bulat? sekarang gunakan spidol untuk menandai sekeliling sudut kaleng (pada bagian yang sama dengan yang ada lubang tengahnya) lalu lubangi lagi dengan paku.
  10. Nah, sudah hampir selesai sodara-sodara! Siram alkohol pada lubang yang dibuat. Tapi jangan terlalu penuh soalnya nanti bakalan tumpah waktu apinya nyala. Sekarang kalengnya udah bisa dibilang kompor.
  11. Sampai sini, ini step yang sedikit berbahaya menurutku. *serahkan sama temen cowok, hahaa... Nyalakan korek di lubang yang sudah dibuat. Untuk bagian yang ini, perlu sabar sedikit karena untuk pertama kali menghidupkannya memang agak susah, perlu di bolak-balik koreknya, korek sini korek situ. Hati-hati meledak yaak! Hahaa, nggak ding.
  12. Dan beginilah jadinya. Karena kita nyalain kompornya di luar, jadi apinya nggak keliataan jelas. Akhirnya kita tes pake kapas biar pada percaya kalo itu beneran nyala.
  13. Kemudian taruh koin di tengah-tengah api. Nggak tau pasti sih fungsinya apa, kata Ahmad supaya apinya menyebar, nggak berfokus di satu titik.
  14. Oke, begitulah jadinya. Udah jadi? Udah dong! Boleh dicoba dengan masak air ato yang lainnya. Saranku sebaiknya diatasnya dikasih semacam pengangga biar wadah yang dipanaskan nggak langsung kontak dengan api.

    Karena membuatnya pake niat, akhirnya kompor kecil ini jadi juga. Jelek-jelek begitu, tapi butuh perjuangan membuatnya!!

Tambahkan Komentar
EmoticonEmoticon