Juni 07, 2017

Mengetahui Pengaruh Media Tanam Abu terhadap Pertumbuhan Kangkung (Ipomoea reptana)



Kata Pengantar

Assalamu’alaikum wr. wb
Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Esa, saya ucapkan puji syukur yang sebesar-besarnya karena atas berkat, rahmat, serta karuniaNya lah laporan praktikum Mengetahui Pengaruh Media Tanam Abu terhadap Pertumbuhan Kangkung (Ipomoea reptana) ini bisa selesai dalam waktu yang telah ditentukan.
Ucapan terima kasih khusus saya sampaikan kepada guru mata pelajaran Biologi, Ibu Ratna Evawani yang telah dengan sabar memberikan ilmu pengetahuan serta membimbing penyusunan laporan ini hingga selesai.
Apabila masih terdapat kekurangan dalam penyusunan laporan ini, saya selaku penulis memohon maaf atas segala kekurangan tersebut. Saya selalu mengharap kritik dan saran yang bersifat membangun dari pembaca.
Akhir kata, saya ucapkan selamat membaca, semoga laporan yang saya tulis bisa bermanfaat untuk kita semua.
Wassalamu’alaikum wr. wb


Bengkulu, .... .... ....

Penulis





BAB I
 PENDAHULUAN

A.  Latar Belakang
Pertumbuhan merupakan salah satu ciri makhluk hidup. Setiap makhluk hidup pasti mengalami pertumbuhan yang secara umum diartikan sebagai proses pertambahan biomassa atau ukuran baik berat, volume, atau jumlah yang sifatnya irreversible (tidak dapat kembali ke kondisi semula).
Tumbuhan termasuk salah satu makhuk hidup yang tentunya mengalami proses pertumbuhan. Namun, proses pertumbuhan setiap makhlluk hidup berbeda satu sama lain. Hal demikian terjadi karena banyaknya faktor yang mempengaruhi proses pertumbuhan, seperti faktor internal (gen dan hormon) maupun faktor eksternal (faktor luar). Faktor eksternal yang mempengaruhi pertumbuhan antara lain: suhu, cahaya, media tanam, air, dan masih banyak lagi.
Media tanam merupakan komponen utama ketika akan bercocok tanam. Media tanam yang akan digunakan harus disesuaikan dengan jenis tanaman yang ingin ditanam. Pada kesempatan ini, saya akan melakukan penelitian mengenai salah satu faktor eksternal yang ikut mempengaruhi pertumbuhan tanaman, yaitu media tanam dengan menggunakan objek tanaman kangkung (Ipomoea reptana) dalam penelitian.

B.  Hipotesis
Media tanam yang berbeda dapat mempengaruhi proses pertumbuhan tanaman kangkung (Ipomoea reptana) karena memiliki bahan penyusun yang berbeda pula.
Menurut artikel yang pernah saya baca, terdaapat pendapat Sullivan yang mengatakan saat kayu terbakar, nitrogen dan sulfur hilang sebagai gas, dan kalsium, kalium, dan magnesium senyawa tetap. Karbonat dan oksida yang tersisa setelah pembakaran kayu adalah agen pengapuran berharga, menaikkan pH, sehingga membantu untuk menetralkan tanah asam. Jadi, abu sangat baik untuk media tanam karena berisi sebagian besar dari 13 nutrisi penting tanah harus pasokan untuk pertumbuhan tanaman.


C.  Rumusan Masalah
1.      Apakah media tanam abu dapat berpengaruh terhadap pertumbuhan tanaman kangkung (Ipomoea reptana)?
2.      Jika berpengaruh, bagaimana pengaruh tersebut jika dibandingkan dengan media tanam tanah biasa?
3.      Mana yang lebih baik pertumbuhan tanaman kangkung (Ipomoea reptana) pada media tanam tanah biasa ataukah pada media tanam abu?

D.  Tujuan Penelitian
1.      Untuk mengetahui pengaruh media tanam abu terhadap pertumbuhan tanaman kangkung (Ipomoea reptana).
2.      Untuk mengetahui perbandingan pengaruh media tanam abu dengan tanah biasa terhadap pertumbuhan tanaman kangkung (Ipomoea reptana).
3.      Untuk mengetahui mana yang lebih baik pertumbuhan tanaman kangkung (Ipomoea reptana) pada media tanam tanah biasa ataukah pada media tanam abu?


E.  Manfaat Penelitian
1.      Dapat mengetahui pengaruh media tanam abu terhadap pertumbuhan tanaman kangkung (Ipomoea reptana).
2.      Dapat mengetahui perbandingan pengaruh media tanam abu dengan tanah biasa terhadap pertumbuhan tanaman kangkung (Ipomoea reptana).
3.      Dapat mengetahui mana yang lebih baik pertumbuhan tanaman kangkung (Ipomoea reptana) pada media tanam tanah biasa ataukah pada media tanam abu?

F.   Rancangan Penelitian
a.      Objek Penelitian
1.        Objek Penelitian: Tanaman Kangkung Darat (Ipomoea reptana)
2.        Sampel: 7 per perlakuan
3.        Variabel Penelitian: Media tanam.
4.        Waktu Penelitian: Agustus 2016
5.        Tempat Penelitian: Rumah Penulis

b.      Cara Kerja
·         Alat dan Bahan:
Alat dan bahan yang digunakan dalam penelitian, yaitu:

1.      Biji kangkung (Ipomoea reptana) secukupnya
2.      Ember
3.      Air
4.      14 bekas gelas akua.
5.      Tanah biasa
6.      Abu kayu
7.      Paku
8.      Penggaris



·         Langkah Kerja:
1.      Siapkan semua alat dan bahan yang diperlukan.
2.      Rendam biji kangkung (Ipomoea reptana) dalam air selama kurang lebih satu hari.
3.      Siapkan 14 gelas akua, lubangi bagian bawah dengan paku sebagai jalan keluar air.
4.      Masukkan media tanam tanah biasa ke dalam 7 gelas akua sebagai pembanding, serta media tanam abu ke dalam 7 gelas akua lainnya sebagai yang diberi perlakuan
5.      Ambil biji kangkung (Ipomoea reptana) yang telah direndam, semaikan satu per satu ke dalam gelas akua yang sudah berisi media tanam, beri label pada masing-masing gelas agar tidak tertukar.
6.      Taruh semua tanaman kangkung (Ipomoea reptana) di tempat yang sama, terpapar sinar matahari yang cukup. Siram setiap sore.
7.      Ukur dan catat tinggi pertumbuhan tanaman kangkung (Ipomoea reptana) setiap hari hingga satu minggu.
8.      Buatlah laporan berdasarkan hasil penelitian.




BAB II
ISI
A.  Tabel  dan Grafik Pengamatan

Perbedaan pertumbuhan di media tanam abu dan tanah biasa


Grafik pertumbuhan rata-rata


B.  Hasil Penelitian
Berdasarkan penelitian yang dilakukan, maka didapatlah data sebagai berikut:
1.      Pada hari ke-1, biji kangkung (Ipomoea reptana) yang ditanam di media tanah biasa sudah mulai berkecambah dengan panjang rata-rata pertumbuhan 2,74 cm. Namun biji yang ditanam pada media abu belum menunjukkan perkecambahan, namun sudah mulai mengembang.
2.      Pada hari ke-2, kangkung (Ipomoea reptana) pada media tanah biasa sudah terlihat jelas perkecambahannya, hal ini dilihat pada akar yang mulai panjang dan endosperm biji sudah mulai terbuka. Pertumbuhan rata-rata kangkung (Ipomoea reptana) pada media tanah pada hari ke-2 mencapai 3,19 cm. Sementara biji kangkung (Ipomoea reptana) berlabel H pada media abu sudah menunjukkan perkecambahan dengan memunculkan akar dan batang lembaga sepanjang 0,6 cm.
3.      Pada hari ke-3, kangkung (Ipomoea reptana) yang ditanam pada media tanah biasa mulai terlihat semakin subur, kangkung (Ipomoea reptana) berlabel A, B, D, E dan G sudah memunculkan daun pertama. Sementara kangkung (Ipomoea reptana) pada media abu sudah mulai terlihat berkecambah, namun masih terlalu kecil untuk dapat diukur. Di sisi lain, kangkung (Ipomoea reptana) berlabel H sudah mencapai 1 cm dan kotiledon biji sudah memunculkan daun.
4.      Pada hari ke-4, kangkung (Ipomoea reptana) berlabel A dan G pada media tanam tanah sudah memunculkan daun kedua. Sementara empat kangkung (Ipomoea reptana) pada media tanam abu sudah mulai berkecambah kecuali kangkung berlabel L dan N, kangkung (Ipomoea reptana) berlabel H sudah memunculkan daun pertama yang agak kuning.
5.      Pada hari ke-5, kangkung (Ipomoea reptana) pada media tanam tanah semakin tinggi dengan rata-rata pertumbuhan 4,48 cm, sebagian endosperm sudah lepas. Sementara kangkung (Ipomoea reptana) pada media abu sudah berkecambah semua dengan rata-rata pertumbuhan 0,86.
6.      Hari ke-6 dan hari ke-7, tanaman kangkung (Ipomoea reptana) pada media tanah biasa terus menunjukkan pertumbuhan yang signifikan, sementara pada media abu pertumbuhan berlangsung lambat.

C.  Pembahasan
Setelah didapatkan data dari penelitian, diketahui bahwa media tanam memang sangat mempengaruhi pertumbuhan tanaman. Media tanam termasuk faktor eksternal yang mempengaruhi pertumbuhan tanaman selain dari suhu, cahaya, air, dan pH.
Hal ini telah dibuktikan dengan penelitian yang dilakukan penulis. Media tanam yang berbeda akan mempengaruhi kesuburan tanaman yang berdampak pada pertumbuhan tanaman. Media tanam yang berbeda memiliki unsur penyusun yang berbeda pula serta karakteristik yang juga berbeda.
Pada umumnya, media tanam setiap jenis tumbuhan akan berbeda. Namun, yang pasti setiap media tanam yang baik harus menjaga kelembapan daerah sekitar akar, menyediakan cukup udara, dan dapat menahan ketersediaan unsur hara.
Begitupun media tanam yang baik untuk tanaman kangkung (Ipomoea reptana) juga harus berkriteria mampu menahan ketersediaan unsur hara. Melalui media tanam, tanaman akan menyerap unsur hara yang diperlukan untuk pertumbuhan.
Unsur hara utama yang diserap tanaman dari media tanamnya adalah mineral dan oksigen. Setelah dilakukan penelitian, ternyata pertumbuhan tanaman kangkung (Ipomoea reptana) pada media tanah lebih cepat dan subur dibandingkan pertumbuhan pada media abu.
Mengapa demikian? Hal ini telah terjawab melalui beberapa teori yang menulis bahwa tanah mengandung unsur hara mineral yang diperlukan kangkung (Ipomoea reptana) seperti: Kwarsa (SiO2), Ca, Mg, K,Na, Fe,P, dan unsur hara organik (Sumber unsur hara N, P, S, unsur mikro dan lainnya) air serta udara. Selain itu tanah merupakan media yang cukup gembur sehingga kandungan oksigennya menjadi lebih baik dibandingkan media lain, tanaman kangkung (Ipomoea reptana) tidak akan kesulitan menyerap oksigen dan unsur hara dari tanah sehingga dapat tumbuh dengan baik.
Disisi lain, meskipun media tanam abu memiliki kandungan nitrogen dan sulfur hilang sebagai gas, dan kalsium, kalium, dan magnesium serta mampu  menaikkan pH, sehingga membantu untuk menetralkan tanah asam. Namun data penelitian menunjukkan bahwa media tanam abu kurang cocok untuk tanaman kangkung (Ipomoea reptana) karena media abu memiliki suhu yang cukup panas dan cepat kering. Selain itu, abu memiliki kandungan mineral yang kalah banyak jika dibandingkan dengan tanah, namun unsur karbon (C) yang terkandung dalam abu membuatnya menjadi cukup gembur sehingga masih memungkinkan tanaman untuk tumbuh. Namun sifat abu yang mudah kering dan mengeras apabila terkena air menjadi penghalang tersendiri bagi kecambah yang baru tumbuh karena akar kecambah akan sulit menembus abu yang mengeras sehingga akar menjadi tidak kokoh dan kecambah cenderung terlepas dari media, begitu juga jika terlalu mengubur biji, maka tunas lembaga yang baru tumbuh akan kesulitan menembus media untuk menuju cahaya, sehingga tertahan dalam abu dan kadangkala menyebabkan kecambah membusuk.





BAB III
PENUTUP
A.    Kesimpulan
Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa media tanam yang berbeda akan mempengaruhi pertumbuhan tanaman. Seperti pada tanaman kangkung (Ipomoea reptana) yang lebih subur jika ditanam di media tanam tanah dibandingkan media tanam pasir. Hal ini terjadi karena perbedaan jumlah unsur hara yang terkandung dalam masing-masing media, terutama unsur hara mineral yang sangat dibutuhkan untuk pertumbuhan tanaman. Hipotesis yang menyatakan bahwa media tanam abu lebih subur daripada tanah tidak terbukti benar karena banyak faktor lain yang mempengaruhi. Namun, meskipun begitu abu masih bisa menjadi alternatif pengganti tanah sebagai media karena masih memungkinkan terjadinya perkecambahan.

B.     Saran
Saran penulis dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
1.      Sebaiknya teliti dalam memili biji, apabila membeli di toko maka pastikan biji tidak rusak.
2.      Rendam terlebih dahulu biji ke dalam air sebelum ditanam ke media, jika ada biji yang sudah mengapung saat direndam berarti biji tersebut sudah rusak dan tidak bisa digunakan sebagai bibit.
3.      Buatlah lubang drainase pada tempat penanaman, meskipun termasuk hal kecil tapi masih banyak orang yang lupa akan pentingnya lubang jalan keluarnya air pada tempat penanaman (pot).
4.      Usahakan melakukan penyiraman teratur setiap hari dan pengukuran di waktu yang sama setiap harinya.
5.      Tanamlah hanya satu bibit dalam satu pot karena jumlah bibit yang banyak dalam satu pot juga akan mempengaruhi pertumbuhan karena tanaman akan berebut makanan.
6.      Tanamlah bibit lebih banyak dari jumlah yang ditentukan untuk penelitian agar ada persiapan jika salah satu bibit rusak.
7.      Beri label pada setiap pot agar tidak tertukar dan telitilah dalam mengukur.








DAFTAR PUSTAKA












LAMPIRAN






Tambahkan Komentar
EmoticonEmoticon