December 27, 2016

Gantungan Kunci dari Kain Beludru (Kerajinan Tangan Kreatif)

Let's began!
Anyway, udah pada tau sama kain beludru? Itu loh yang sering jadi bahan boneka dirumah kalian itu. Kalo aku pribadi sih bilangnya mirip-mirip sama kain Flanel lah, cuma mungkin lebih kaku. Kalo selama ini pas searching di Google ketemunya kerajinan dari kain  flanel, nggak masalah kok dicoba dengan bahan kain beludru :D Kain beludru juga nggak sulit ditemukan di toko-toko kain.

Alat dan bahan yang dibutuhkan:

  1. Kain beludru (3 warna)

  2. Dakron (untuk isian, bisa dibeli bersama di toko kain)

  3. Gantungan kunci dan benang (warna disesuaikan dengan warna kain)

  4. Kertas tebal (sebagai pola jamur)

  5. Gunting

  6. Spidol

  7. Alat-alat jahit

Cara membuat:
  1. Siapkan semua alat dan bahan. Ambil kertas tebal, bisa menggunakan ksrdus atau yang lainnya. Gambar pola jamur yang terdiri dari 3 bagian, badan jamur, totol jamur, dan tangkainya. Lalu gunting pola yang sudah dibuat.
    Step 1


  2. setelah itu, ambil kain berwarna biru, taruh pola  jamur di atasnya, lalu gambar dengan spidol, buat dua buah dengan menggambar pola pada sisi berlawanan. Gunting kain sesuai pola.
     



  3. Lakukan hal yang sama dengan pola tangkai menggunakan kain dengan warna hijau yang sudah disiapkan. 
    Step 3

  4. Untuk corak jamur, cukup buat satu sisi sebanyak 8 buah.

  5. Step 5
    Jahit totol jamur di sekeliling badan jamur sesuai selera seperti pada gambar. Atau bisa juga dilem dengan lem tembak.
  6. Gabungkan pola tangkai jamur dengan dijahit dari dalam dan diisi dakron.

  7. Ambil 2 pola badan jamur, jahit sekeliling jamur menggunakan benang yang sewarna. Dijahit dari luar yaa.
    Step 7

  8. Jangan lupa memasang gantungan kunci di bagian atas jamur. Caranya, dengan menyelipkan potongan kecil kain yang sudah dipasang gantungan kuncinya, lalu jahit. Seprti terlihat pada gambar:
    Step 8

  9. Masukkan dakron apabila sudah terjahit setengah bagian. Lalu kembali jahit.
    Step 9

  10. Jangan lupa menggabungkan dengan tangkai jamur, jahit kembali.
    Step 10
    Dan beginilah jadinya

    finally
    Gantungan kunci dari beludru
     

June 13, 2016

Hikmah Ramadhan: Menahan Diri dari yang DIharamkan Allah

Berhubung ini bulan puasa dan tengah nggak sibuk sama tugas sekolah, bolehlah ya ngepost sedikit soal ceramah tarawih di masjid deket rumah tadi malam.
Malam ini, tema yang diambil pak ustadz adalah “Menahan Diri dari yang Diharamkan Allah”
Kalian pernah nggak sih ditanya ‘apa sih hikmah puasa buat kamu?’ yang paling sering nanya begitu biasanya guru-guru di sekolah. Nah biasanya juga WT pasti ngejawab kalo hikmah puasa itu untuk belajar merasakan gimana rasanya nggak makan dan minum seharian kayak yang dialamin saudara-saudara kita di luar yang kurang beruntung. Sebagai sesama Muslim, kita dituntut untuk ikut andil merasakan beban yang dipikul saudara sesama Muslim.
Yang diatas merupakan hikmah utama dari berpuasa, tapi tau nggak kalo sebenarnya ada ribuan hikmah yang dapat kita ambil dengan berpuasa. Nah salah satunya yang bakal dibahas di sini, menahan diri dari sesuatu yang diharamkan Allah.
Suatu hal dikatakan haram ketika kita mengerjakannya maka kita berdosa, namun jika ditinggalkan maka akan mendapat pahala.
Allah dalam surah Al-Isra’ ayat 17  berfirman yang artinya:
“Dan janganlah kamu mendekati zina, sesungguhnya zina itu adalah perbuatan yang keji dan seburuk-buruknya jalan (Al-Isra’ 17:32)”
Apabila arti ayat ini ditafsirkan, nampak jelas dong bahwa Allah dengan tegas melarang perbuatan zina karena zina merupakan salah satu hal yang diharamkan oleh Allah swt.
Selain perbuatan zina, masih banyak hal lainnya yang diharamkan Allah untuk dilakukan, seperti hal-hal macam mencuri, berbohong, serta memakan sesuatu yang bukan hak kita
Ketika kita tahu bahwa mencuri, berbohong, dan berzina itu diharamkan Allah lantas kok masih banyak banget yaa orang yang melakukan hal tersebut? Nah kata pak ustadz disini masalahnya terletak pada hati masing-masing manusianya. Ketika kita hendak melakukan sesuatu yang jelas-jelas diharamkan Allah, pasti kita merasakan getaran dalam hati kita yang seolah-olah bilang ‘jangan dilakuin, dosa tau!’ tapi ketika itu juga, setan-setan di sekitar kita membujuk kita untuk tetap melakukannya, bagi yang imannya nggak kuat bakal terhasut dan akhirnya bakal tetap ngelakuin hal tersebut.
Nah, menahan diri dari sesuatu yang diharamkan Allah itu susah-susah gampang. Jujur ya, aku sendiri pernah ngerasain, zaman sd dulu pas pulang sekolah, aku nemuin uang 20 ribu jatuh dari tangan ibu-ibu. Bingung dong mau diambil ato dikembaliin, diem-diem sih pengen banget dimasukin ke kantong buat jajan, uang segitu mah zamannya aku sd lumayan gede nilainya tapi disisi lain aku tau perbuatan itu termasuk dosa. Nah baru uang 20 ribu aja bingungnya panjang banget wkwkkk.
Tapi kata pak ustadz sih hal sesulit apapun kalo iman kita kuat, Insyaallah kita bisa. Apalagi hal kayak gini udah terjadi sejak zamannya Rasulullah dulu. mengutip dari cerita pak ustadz;
Di zamannya Rasulullah, ada seorang pemuda  (lupa namanya) yang saat itu tinggal di sebuah masjid, simpelnya dibilang marbot. Pemuda itu termasuk orang yang kurang mampu dari segi ekonomi, sudah seharian dia tidak makan dan minum karena tidak punya uang. Sesudah dilaksanakannya sholat Isya’, pemuda itu duduk di pojok masjid sambil memegangi kepalanya yang mulai terasa pusing, perutnya yang mulai panas dan perih.
 
Pemuda itu terus-menerus berada di sana hingga seluruh jamaa’ah masjid pulang ke rumah. Saat sendirian, setan pun mulai merayu si pemuda untuk mencuri makanan. Kemudian, muncullah niatan si pemuda untuk melaksanakan bujukan setan tersebut, “Kalau aku mencuri sedikit, mungkin Allah akan maklum karena aku sangat lapar.” Ucap pemuda itu.
Kemudian ia pun naik ke atap masjid dan mulai melompat ke atap rumah di sebelahnya, pemuda itu mengintip ke dalam rumah namun rumah itu sangat ramai sehingga ia urung memasukinya. Pemuda itu lanjut melompat ke atap rumah kedua, namun suasana rumah tersebut sama dengan rumah pertama sehingga ia memutuskan untuk melihat rumah ketiga. Ketika ia mengintip ke dalam rumah itu, ditemuinya keadaaan yang sangat sepi.
Masuklah si pemuda ke dalam rumah tersebut melalui atap. Rumah itu lumayan besar dan sangat sepi. Pemuda itu berjalan masuk sambil celingukan mencari makan, namun dia mendapati seorang wanita cantik tengah tertidur dan terbuka auratnya. Sebagai seorang laki-laki, syahwatnya tentu saja timbul, pemuda itu berjalan hendak menyentuh wanita tersebut. Namun ketika tangannya hendak membelainya ia pun tersadar, “Astagfirullah, bukan ini tujuanku datang kesini.” Ucap pemuda itu seraya menarik kembali tangannya dan memohon ampun pada Allah.
Kemudian ia berjalan menuju ruang tengah, ia mendapati sebuah lemari besar berisi perhiasan emas kepunyaan wanita itu. Si pemuda kemudian mulai tergiur, jika ia ambil emas itu dan dijualnya, tentu saja ia tidak akan kelaparan lagi selama bertahun-tahun. Tangannya mulai membuka lemari, saat jari-jarinya hendak menyentuh emas itu, pemuda itu tiba-tiba tersadar lalu berucap, “Astagfirullah, bukan ini tujuanku datang kemari. Bukan ini!”
Kemudian ia tutup lemari tersebut dengan mantap dan mulai berjalan menuju dapur. Disana ia melihat sepiring roti di atas meja makan. Pemuda itu pun tersenyum mendapati apa yang ia cari. Kemudian diraihnya roti tersebut dan hendak dimakannya. Namun saat hampir memasuki mulutnya, lagi-lagi ia tersadar. “Astagfirullah, inikah yang hendak aku lakukan di rumah ini? Sungguh Allah sangat membenci perbuatan haram ini. Sungguh tidak pantas aku melakukannya” sesal pemuda tersebut.
Dengan perut yang kosong ia menatap roti yang telah diletakkannya kembali ke atas meja, timbul dalam dirinya keinginan untuk meraihnya lagi, namun karena imannya akhirnya si pemuda memantapkan diri meninggalkan rumah itu masih dengan perut kosong.
Keesokan harinya, setelah dilaksanakan sholat Subuh, pemuda itu kembali duduk diam di pojok ruangan. Setelah masjid sepi, tiba-tiba seorang wanita mendatangi masjid tersebut untuk menemui sang imam.
“Wahai ustadz, ketika aku bangun tidur aku tersadar bahwa ada seseorang yang memasuki rumahku hendak mencuri.” Tutur wanita itu.
Sang imam yang mendengar pun berucap “Benarkah begitu wahai Fulan? Adakah sesuatu yang hilang dirumahmu?”
“Tidak ada, namun aku sangat takut sekali karena aku tinggal sebatang kara di rumahku itu, tanpa suami. Demi Allah, carikanlah aku seorang calon suami agar dia bisa menjagaku nanti” ucap wanita itu lagi.
Imam pun berpikir sejenak dan teringat akan pemuda tadi. Ditemuilah pemuda itu sambil menanyakan kesediaannya untuk menikah. Pemuda itu tanpa ragu mengiyakan penawarannya.
Akhirnya hari itu juga pemuda itu dinikahkan dengan si wanita. Singkat cerita, wanita itu akhirnya mengajak si pemuda yang kini berstatus sebagai suaminya pulang kerumahnya. Begitu sampai di beranda rumah, alangkah terkejutnya si pemuda mendapati rumah yang tadi malam baru saja ia masuki secara diam-diam, hari itu ia masuki dengan cara yang halal dan diridhoi Allah swt. Hati lelaki itu pun bergetar hebat.
Ketika pintu rumah dibuka, si wanita pun mengajak suaminya itu ke kamar, lalu duduklah si wanita dihadapan pemuda itu. Alangkah tambah bergetar hati pemuda itu karenanya. Inilah wanita yang tadi malam hendak disentuhnya dengan cara haram, kini Allah berikan padanya dengan cara yang halal.
Kemudian diajaknya oleh wanita itu melihat lemari tempat ia menyimpan seluruh perhiasannya dan ditunjukkannya pada pemuda itu. “Suamiku, inilah seluruh hartaku yang sekarang menjadi hartamu juga, aku serahkan semua ini padamu untuk kau kelola.” Ucap wanita itu.
Si pemuda benar-benar kehabisan kata-kata, hatinya benar-benar bergetar hebat dan air mata hampir menetes dari matanya. Inilah harta yang hendak ia ambil dengan cara haram tadi malam, dan sekarang Allah memberikan seluruh kepadanya hari ini.
Kemudian si wanita pun mengajak pemuda itu menuju dapur dimana sudah terhidang makanan yang banyak untuk dilahap. Alangkah bergetarnya hati pemuda itu, ketika melihat roti yang hendak ia makan tadi malam, ia akhirnya menangis juga. Inilah roti yang hendak ia kunyah dengan cara yang haram tadi malam. Namun hari ini ia akan mengunyahnya dengan cara yang halal, beserta makanan lainnya. Wanita itu yang heran melihat suaminya menangis pun bertanya, “ada apa suamiku?”
Si pemuda kemudian menceritkan seluruh hal yang ia alami pada istrinya. Si wanita yang solehah pun tersenyum seraya berkata “wahai suamiku ingatkah engkau yang pernah dikatakan Rasulullah, barangsiapa yang mampu menahan diri dari sesuatu yang diharamkan Allah, maka Allah akan memberikan sesuatu itu dengan cara yang halal padanya.”

Nah dari kisah diatas, dapat diambil kesimpulan seperti ucapan sang wanita, ‘barangsiapa yang mampu menahan diri dari sesuatu yang haram, maka Allah akan memberikan sesuatu itu secara halal padanya, atau justru sesuatu yang lebih baik’
Itu merupakan janji Allah, dan sebaik-baiknya janji hanyalah janji Allah semata.
Lalu apa hubungannya dengan bulan puasa nih? 
Seperti yang kita tahu, makan merupakan sesuatu yang dihalalkan oleh Allah, hubungan antara suami dan istri pun merupakan sesuatu yag dihalalkan oleh Allah. Benar nggak?
Nah di bulan puasa, kita justru dilarang melakukan dua hal tersebut di siang hari, padahal hal itu halal untuk dilakukan ya. Mengapa?
Itu karena Allah ingin kita berlatih menahan diri untuk tidak melakukan sesuatu, dan buktinya sangat banyak orang yang berhasil melakukannya, berpuasa hingga terbenam matahari. Kalau kita saja mampu menahan diri melakukan sesuatu yang dihalalkan Allah, lantas mengapa masih saja sulit menahan diri dari yang diharamkan Allah?
Dengan berpuasa, iman kita mejadi lebih kuat dan sempurna dimata Allah, dengan begitu Insyaallah kita bisa lebih mudah menahan diri dari hal-hal yang diharamkan Allah.

Jadi, mulailah mencoba dari sekarang. Saat kita melihat pena temen di atas meja yang tintanya juga tinggal setengah, jangan dicuri yaa. Siapa tau dengan begitu temen kita bakal ngasih ke kita dan kita bisa memilikinya dengan cara yang halal. Atau justru ketika kita pulang kerumah, dibeliin pena sama ibu satu kotak. Tapi biarpun begitu, tetap aja sesuatu harus dilakukan dengan hanya mengharap ridho Allah semata, yaa.

Aak, panjang juga kan jadinya artikel ini. Gapapa lah, semoga ada manfaatnya buat yang baca.

March 24, 2016

Belajar Membuat Kompor Unik dari Bekas Kaleng Minuman Soda


November lalu aku dapat tugas akhir semester dari guru Bahasa Inggrisku, tugas membuat procedure text, tapi dividioin. Hiaakk!! Aku udah yang paling bingung mikirinnya. Kebingungan itu tambah menguap saat penentuan tema. Yakali enak kalo dapat tema food recipe ato manual used, lha aku malah dapat yang tutorial

Niatnya mau ngambil yang simpel-simpel macam tutorial membuat akun facebook ato tutorial mengikat tali sepatu juga cukup lah. Tapi temen sebangku malah nggak setuju dan dia  ngusulin tutorial membuat kompor dari kaleng Minuman soda. Awalnya aku langsung nggak setuju deh, mikirnya itu bakalan susah banget (jujurnya aku nggak yakin bakal bisa :p). Tapi berhubung aku nggak enakan karena kalo tugas lain apa-apa dia selalu setuju sama aku, kali inipun aku berasa canggung buat nolak.

Dengan hati yang sejujurnya terpaksa, teksnya akhirnya selesai aku tulis, tinggal cari bahan dan videoin lagi. Jadilah seminggu kemudian, hari Jum’at aku bareng Ahmad keliling Pagar Dewa buat cari semua bahan yang harus di beli ini: kaleng minuman, kapas, dan alkohol. Itu cuma sebagian kecil dari bahan yang diperlukan semua bahan yang diperlukan:

  • 2 kaleng Minunam (bebas apa aja)
  • Pisau
  • Kapas
  • Paku
  • Penggaris
  • Alkohol
  • Batu asah
  • Korek
  • Gelas Stainless
  • Koin
  • Spidol
Ribet? Iya memang! Tapi ini kan namanya demi tugas (Murid teladan :p). Oke, berhubung semuanya udah terkumpul, mari beraksi!! *siap-siap bermain pisau, hahaa.. 
 
  1.  Pertama, yang paling penting adalah siapkan semua bahan dan... niatkan dalam hati! ada bahan tapi nggak ada niat, ya pasti nggak bakal jadi, ada niat tapi nggak ada bahan apalagi.
  2. Setelah itu, ambil kaleng pertama lalu keluarkan isinya. Santai-santai sambil minum dulu juga boleh, sayang kan isinya di buang. Atau jika ada, bisa langsung menggunakan kaleng yang sudah kosong.

     
  3.   Gunakan penggaris untuk mengukur bagian bawah kaleng sepanjang tiga cm lalu tandai dengan spidol dan potong menggunakan pisau. Nah, kita akan dapat dua potongan kaleng yang berbeda ukuran, yang digunakan adalah yang kecilnya.
  4. Gunakan batu asah untuk menggosok bekas pemotongan tadi biar nggak tajam, jadinya tangan pinces ini nggak lecet :p
  5.  Balik potongan kaleng, lalu gunakan spidol buat nandain tengahnya dengan tanda +, nanti tengah-tengah tanda dilobangin dengan paku, begitupun dengan keempat ujung tanda. 
  6. Sampai disitu cukup untuk kaleng pertama, selanjutnya ambil kaleng kedua dan lakukan hal yang sama seperti kaleng pertama tadi. Keluarkan isinya lalu dipotong sepanjang 3 cm pada bagian bawah kaleng. Tapi yang ini nggak dilobangin seperti yang pertama.

  7. Penuhkan kaleng kedua dengan kapas, tapi jangan terlalu dipadatkan.
  8. Bagian yang sulit nih, yaitu menggabungkan kedua kaleng tadi menjadi satu kesatuan sehingga terlihat seperti box permen. Kelihatan mudah, tapi itu sulit lho! Tipsnya, selipkan potongan kecil dari kaleng kira-kira 1x2 cm saat menggabungkan keduanya sehingga jadi lebih praktis dan mudah.
  9. Sudah menjadi box bulat? sekarang gunakan spidol untuk menandai sekeliling sudut kaleng (pada bagian yang sama dengan yang ada lubang tengahnya) lalu lubangi lagi dengan paku.

  10. Nah, sudah hampir selesai sodara-sodara! Siram alkohol pada lubang yang dibuat. Tapi jangan terlalu penuh soalnya nanti bakalan tumpah waktu apinya nyala. Sekarang kalengnya udah bisa dibilang kompor.
  11. Sampai sini, ini step yang sedikit berbahaya menurutku. *serahkan sama temen cowok, hahaa... Nyalakan korek di lubang yang sudah dibuat. Untuk bagian yang ini, perlu sabar sedikit karena untuk pertama kali menghidupkannya memang agak susah, perlu di bolak-balik koreknya, korek sini korek situ. Hati-hati meledak yaak! Hahaa, nggak ding.
  12. Dan beginilah jadinya. Karena kita nyalain kompornya di luar, jadi apinya nggak keliataan jelas. Akhirnya kita tes pake kapas biar pada percaya kalo itu beneran nyala.
  13. Kemudian taruh koin di tengah-tengah api. Nggak tau pasti sih fungsinya apa, kata Ahmad supaya apinya menyebar, nggak berfokus di satu titik.
  14. Oke, begitulah jadinya. Udah jadi? Udah dong! Boleh dicoba dengan masak air ato yang lainnya. Saranku sebaiknya diatasnya dikasih semacam pengangga biar wadah yang dipanaskan nggak langsung kontak dengan api.


    Karena membuatnya pake niat, akhirnya kompor kecil ini jadi juga. Jelek-jelek begitu, tapi butuh perjuangan membuatnya!!

February 27, 2016

Kabawetan, Pesona Hijau Kebun Teh Bengkulu





Bengkulu, bicara tentang wisata di Provinsi satu ini rasanya tidak ada habis-habisnya. Bumi Rafflesia yang tepat terletak di barat daya pulau Sumatera ini memiliki hampir semua jenis pariwisata, mulai dari pantai dengan berbagai nama yang membentang di semua sisi, puncak gunung Kaba yang mengundang decak kagum, danau Dendam Tak Sudah dengan segala mitosnya, hingga destinasi wisata bersejarah seperti Benteng Malborough dan Rumah Pengasingan Bung Karno hadir meramaikan wisata Bengkulu.
Namun, tahukah kalian bahwa masih banyak sekali tempat wisata yang terselip di Bumi Rafflesia ini yang belum banyak diketahui publik luas? Kali ini mari kita beranjak menyusuri Kabupaten Kepahiang.
Yup, Provinsi yang luasnya lebih dari 19 ribu km2 ini ternyata juga memiliki wisata perkebunan teh. Kabawetan adalah tujuan wisata alam yang cukup terkenal di kalangan masyarakat Bengkulu, namun belum begitu populer menjadi destinasi utama dari luar daerah.
“Tempat wisata tidak mesti indah, tapi harus menarik!” menjadi pepatah yang menarik untuk mendeskripsikan suatu pariwisata. Lalu apa yang menarik dari Kabawetan ini?  Kebun teh yang luas ini adalah tempat wisata yang indah sekaligus sangat menarik. Hamparan pohon teh yang berjejer rapi dengan daun hijau rimbun menjadi daya tarik utama dari wisata ini. Mata pengunjung akan dimanjakan dengan hamparan hijau daun teh sepanjang mata memandang. Selain itu, aroma khas daun teh di dalam kesegaran udara Kepahiyang merupakan suatu kenikmatan tersendiri yang dapat dirasakan oleh pengunjung.
Kabawetan hanya berjarak sekitar 2 jam perjalanan dari pusat kota Bengkulu. Lokasinya pun bisa ditempuh dengan kendaraan roda dua maupun roda empat dengan lama waktu tempuh sekitar 2 jam dengan akses raya aspal yang cukup mulus untuk dilewati.
Untuk pengunjung dari luar daerah pun masih bisa berkunjung ke wisata ini dengan adanya akses maskapai yang menjangkau kota Bengkulu. Bandara Fatmawati yang terletak di pusat kota melayani banyak rute penerbangan, seperti Jakarta, Palembang, dan Lubuk Linggau. Maskapai yang ditawarkan sangat beragam mulai dari Garuda Indonesia, Citilink, Sriwijaya Air, Susi Air, dan masih banyak lagi. Apabila beruntung, anda bisa mendapatkan tiket murah dalam priode promo dari salah satu maskapai yang ada.
Untuk menuju lokasi wisata Kabawetan, dari bandara bisa menaiki angkutan umum yang menuju terminal bus, kira-kira 15 menit perjalanan. Sebenarnya telah tersedia taksi yang beroperasi di kota Bengkulu, namun jumlahnya terbatas sehingga sulit apabila menunggu taksi. Setelah itu, dari terminal bisa langsung memesan tiket bus rute Kepahiyang. Namun apabila berangkat dengan bus, waktu tempuh menjadi lebih lama sekitar 3 jam perjalanan menuju lokasi wisata. Karena itu, memesan travel atau menyewa mobil menjadi pilihan cukup efisien mengingat waktu tempuh bisa lebih cepat. Selain itu, travel bisa langsung mengantar pengunjung masuk ke kebun teh tidak seperti bus yang hanya bisa berhenti pada rute jalannya, selanjutnya pengunjung harus berjalan sendiri menuju lokasi jika berangkat dengan bus.
Memang akses kendaraan menuju lokasi belum terlalu memadai mengingat wisata ini berada di daerah Kabupatan. Tetapi seperti disebut di atas, jalan raya aspal meuju wisata Kabawetan cukup mulus untuk dilewati sehingga wisata ini tetap ramai pengunjung meskipun berlokasi cukup jauh dari pusat kota Bengkulu
Beruntung, saya sudah berkesempatan menjajal wisata ini saat zaman SMP beberapa tahun silam, bersama rombongan teman sekolah beserta para guru dalam kegiatan study tour sekolah. Berbekal pengetahuan yang minim akan destinasi wisata di Bengkulu, bus kami melaju mulus memasuki area perkebunan tepat tengah hari.
Kerika pintu bus terbuka, saya yang baru pertama kalinya mengunjungi Kabawetan pun seketika takjub dengan hamparan hijau rapi nan cantik yang sangat luas. Selain itu, udara sejuk bercampur dengan aroma teh seketika menyelimuti tubuh.
Ketika kaki mulai melangkah masuk ke area perkebunan, saya semakin berdecak kagum sambil melihat sekeliling yang dipenuhi dengan pohon-pohon teh. Beberapa pohon liar tumbuh subur di tepi perkebunan menambah khas suasananya. Selain itu, meskipun lokasi tersebut habis tertimpa hujan, namun tanah yang kami injak tidak becek dan tergenang air.
Tentu saja kesempatan tersebut tidak saya sia-siakan untuk berfoto ria bersama para sahabat kesayangan. Meskipun hanya sebentar, saya benar-benar menikmati panorama indah kabawetan yang sudah pasti tidak saya dapatkan di kota.

Kebetulan kami berkunjung bukan saat musim liburan, sehingga lokasi tidak terlalu dipadati pengunjung, hanya terlihat beberapa rombongan pengunjung yang tengah menikmati hamparan pohon teh bersama kami. Sarana yang ditawarkan Kabawetan cukup memadai, mulai dari akses menuju lokasi seperti disebut di atas, hingga tempat menginap pun ada di sekitar lokasi, tidak jauh dari kebun teh. Jadi, apabila pengunjung datang dari tempat jauh, tidak ada salahnya untuk menginap beberapa malam sambil menikmati suasana fresh Kabawetan.

Saya pun bertekad untuk kembali menapaki kaki ke sana lagi di lain kesempatan. Namun sayang, hingga sekarang keinginan itu belum terpenuhi. Ada rencana di bulan April nanti saat libur Ujian Nasional, saya akan kembali menjajal wisata Kabawetan. Tapi di samping itu, saya punya daftar tambahan tempat wisata yang ingin saya datangi di tahun 2016 ini, salah satunya adalah wisata Taman Wahana Surya yang berlokasi di Bengkulu Tengah.
Wisata satu ini merupakan wisata baru di Bengkulu yang baru diresmikan tahun 2014 silam. Wahana Surya tampaknya cukup menarik perhatian saya beserta masyarakat luas. Dari artikel yang saya baca dan foto-foto yang dikimim teman di sosial media, banyak hal menarik yang bisa ditemui di wisata ini, lokasi taman yang indah berdekatan dengan pantai Ceko, dan terdapat berbagai objek tiga dimensi seperti jerapah dan paus, serta lukisan kupu-kupu raksasa di dinding. Ada juga permaian outbound seperti flying fox, dan panjat tali yang semakin menambah minat saya untuk menapakinya.