June 09, 2019

Ke Pantai Melulu, Nggak Bosan?!

Selagi masih dalam suasana Lebaran, bertepatan dengan libur semesteran. Artinya, banyak waktu kosong menanti. Benar kata orang, waktu sibuk kerja kita malah pengen libur. Tapi ketika sudah libur, malah pengen kerja. Kelamaan di rumah malah bikin bosan juga. Ibuku, yang biasanya paling mager kalau diajak jalan-jalan dengan segudang alasan ini dan itu, kemarin tiba-tiba ngajak main ke pantai.

Agak kaget juga, biasanya beliau paling-paling cuma ngajakin ke Pasar, atau ke rumah keluarga. Kali ini, minta diajakin jalan-jalan ke pantai. Yah, spontan aku iyain. Hoalah, mantai lagi mantai lagi.

Sepertinya aku ini anak pantai banget yaa. Apa sih yang bikin nggak pernah bosan main ke pantai?? Btw, ada beberapa alasan yang mendasari pantai jadi destinasi wisata favoritku, nih.

Birunya Bikin Tenang
Bersyukur aku dilahirkan di Bengkulu, yang selain terkenal sebagai habitat tempat hidup bunga Rafflesia, juga memiliki pantai-pantai cantik di setiap sudutnya.

Meskipun setiap hari melewati pantai dalam perjalanan ke kampus, aku tidak bosan juga ketemu pantai melulu. 

Ada yang senang terlibat dalam hiruk pikuk kehidupan yang tak pernah tidur. Ada orang yang menyukai ketinggian, memandang gemerlap perkotaan atau hijau pepohonan dari puncak gunung dan bukit. Ada yang senang menyelam sembari mengagumi kehidupan biota laut. Ada pula yang bahagia menyaksikan ombak laut berkejar-kejaran membasahi kaki di tepi pantai. Aku, termasuk dalam tim pengagum pantai. 

Apalagi kalau air laut sedang biru terang dan langit sedang panas-panasnya. Pertemuan garis laut dan langit yang seolah menyatu di ujung pandang membentuk cakrawala biru memberi keademan batin bagi yang melihat. Betapa luas, memesona, dan mengagumkan dunia ini. Masyaallah, benar-benar indah.

Main Pasir dan Mandi Pantai adalah Hiburan yang Murah Meriah

Ku lari ke hutan kemudian menyanyiku 
Ku lari ke pantai kemudian teriakku
Hayo, masih ingat dong sama penggalan puisi terkenal dalam AADC berjudul "Tentang Seseorang" tersebut. 

Kamu pernah coba teriak di pantai? Aku sih belum. Malu, banyak orang soalnya :D. Jadi kalau lari ke pantai, yaa main pasir dan mandi aja. Kalau sudah bertemu pasir pantai yang keemasan dan lembut, bawaannya ingin segera mencopot alas kaki, merasakan halusnya butiran pasir, lari-larian, dan satu kegiatan seru lainnya adalah menggores nama di atas pasir lalu membiarkan ombak menghapusnya. Hayo siapa yang suka begini? Wah kita samaan, gengs.

Selain main pasir, enaknya di pantai kita bisa sekalian mandi. Walaupun nggak bisa berenang, aku suka mandi pantai loh. Basah-basahan diterjang ombak itu lebih seru daripada main di kolam renang. Murah meriah pula. Soalnya kita nggak perlu bayar buat mandi pantai, kecuali jika menyewa pelampung yaa.

Kapan lagi, bisa dapat hiburan yang asyik, menyenangkan, sekaligus menenangkan tanpa perlu keluar banyak biaya. Tinggal pacu kendaraan ke pantai saja.

Bisa lihat sunset yang cantik
Sejujurnya, aku lebih suka langit biru berawan putih. Tapi, saat mengetahui bahwa aku lahir pada pukul 17.30, saat langit kota sedang merah merona, mendadak aku suka senja (hahaha bisa gitu yaa?). Nyatanya matahari sore memang cantik kok, wajar semua mata yang memandang seketika jatuh cinta. 

Kamu termasuk penikmat matahari sore? Nah, kalau ke pantai sore-sore dan langit sedang enggak mendung, maka ada kesempatan bertemu lembanyung senja. Yup, langit merah merona dengan matahari jingga yang cantik itu benar-benar pemandangan luar biasa.

Kegiatan jogging sore, atau olahraga lainnya di sekitaran pantai menjadi alternatif menarik untuk menghabiskan waktu sore sekalian menunggu matahari terbenam. Bahkan, banyak yang sengaja mengunjungi pantai menjelang sore demi berburu senja yang cantik.

Ain't no place like beach yaaa... Nah, setuju tidak sama 3 alasan di atas. Kapan terakhir kali kamu main ke pantai? Yuk, ajak orang-orang terdekatmu untuk mantai bareng, menepi sejenak untuk melepas penat dan lelah akibat rutinitas.


Tambahkan Komentar
EmoticonEmoticon